Kamis, 1 Desember 11 kami kedatangan tamu dari Iran di MECC (Mechanical Engginering Culture Club), beliau menceritakan tentang budaya Islam di jaman Rasulullah SAW sampai masa kekhalifaan dan hingga masa sekarang. Termasuk bagaimana para kaum kafir berusaha menghancurkan Islam. Beliau bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan oleh dosen kami Ibu Reni... sedikit mengerti juga bahasa Inggris yang beliau gunakan hanya campuran arab – arabnya yang terkadang bikin pusing... :D
Baik, setelah bercerita tiba saatnya untuk berdiskusi dengan diawali pertanyaan dari kami... salah satu pertanyaan yang membuat saya sangat tertarik yaitu adanya perlakuan diskriminasi bagi remaja muslim di amerika, bahwa mereka terkadang dipaksa membuka kerudung hingga tindakan asusila. Naudzubillah.... kejam betul kaum kafir itu... beliau (pembawa materi) menjelaskan bahwa, ketika mereka menyakiti kita, jangan hanya bertahan tapi lawan ! apalagi ini menyangkut harga diri dan kesucian seorang perempuan Islam.
Sama halnya jika mereka memerangi kita dengan pernyataan bahwa islam adalah kaum pembunuh, dengan bom bunuh diri dimana – mana... well... kalian juga pembunuh, berapa nyawa tak berdosa di Afganistan, di Irak, dan di palestina hingga detik ini... itulah kerakusan kalian, yang ingin memiliki segalanya. Padahal sesungguhnya semua itu hanya titipan sementara dari Allah SWT.
WHAT YOU DO TO US, WE WILL TAKING BACK...
Bukan mau ngajakin perang ato apa, hanya miris mendengar cerita tentang gadis Islam (seumat ku) dan tidak takut juga :)
Hehh,,, kenal? Dekat? Wahhahaa.... sypa gadis berjilbab putih itu? Anak mana dia? Cantiknya... manisnya... imyutnya.. seperti bidadari yang turun dari langit tapi turunnya lansung loncat saja... hahaa... hehh... malu2 kaa liat foto jadul ku bela... hemm ini toh waktu sma kls satu, tahun 2007 lokasinya di kelas akselerasi, kls paling lengkap tapi asli mi rantasa nya... hahaa... ehh ini pake hapenya temanku Samratulangi namanya, hape baruki itu waktu jadi saya suruh foto kaa.. hhahaa... ehh.. manis kaa tawwa memang dii???
mengapa tiap bocah jika ditanya tentang cita – citanya mereka menjawab ingin jadi dokter, polisi atau seorang pilot ?
Begitu populernya ketiga profesi itu dikalangan bocah kecil... tidak terkecuali saya kala berada dimasa itu... hehhh....
Kalau dag bisa menjadi seorang Dokter, maka saya ingin bekerja di bidang kesehatan...
Cita – cita itu tenggelam begitu saja saat tiba masa untuk mengejar dan menggpainya, ketika jalan untuk menuju kesana terbuka leeebaaar selebar – lebarnya...
Sebut saja saat itu keberuntungan bertubi – tubi datangnya, sesaat setelah cobaan demi cobaan juga menerpa kehidupan sederhana ku, (kehidupan keluarga kami)...
Public Health, target utama ketika berada di tahun kedua SMA (tahun terakhir program Akselerasi), menurut beberapa senior, fakultas itu lumayan lah... banyak juga yg meminati... meski permohonan JPPB atau bebas tes lulusnya di biologi itu tidak membuat seorang gadis gila ini puas... public health tetap jadi target utama, hemm... tanpa persediaan apa – apa,baik itu bimbel, belajar, atau membuka soal – soal snmptn si gadis gila ini tetap dengan percaya dirinya ikut mendaftar, itupun formulirnya didapat dari kak ocha... heheee.... nahh, selain daftar snmptn ada juga pendaftaran untuk program beasiswa dan pemagangan oleh PT. ENERGI SENGKANG, jadi pelajar diseleksi kemudian dikuliahkan di Politeknik yang kemudian akan magang disana, yahh... Papa suruh ikut, yaa ikuuuutt... hahaa... *ikut aja, asal uang saku lancar... :D
Hemm.... saat snmptn, sstatus udah resmi jadi anak biologi unhas, mugkin karena dag ada beban jadi snmptn dilalui dengan santai kayak dipantai (dag pernha hitung berapa yang dijawab, berapa yang dag dijawab, dan berapa yang asal dijawab... hahaaa) dan pasti karena doa dari orang tua juga yang buat saya semangat menjalani semua tahap nya...
Sebulan berlalu, tes tertulis beasiswa sudah selesai juga, tinggal tunggu hasil untuk tes wawancaranya...
Malam sebelum tes wawancara adalah pengumuman snmptn, mungkin saat itu saya peserta yang tidurnya pulas dan sama sekali dag nunggu hasilnya seperti yang lain... tau kabarnya juga dari Agung lewat telpon malam – malam (ganggu sihh) tapi Alhamdulillah lulus di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas :’) dag nyangka juga sih, bisa lulus dengan otak kosong... tapi yaah bahagia sekali...
Tes wawancara besoknya juga lancar yaa mungkin karena gak ada beban lagi makanya bisa lepas jawab tiap pertanyaan yang diajukan... hehhh... deg – degan aja nggak apalagi gemetaran... pokoknya berasa lepasssss..... tanpa konsep apa – apa pula...
Nahh.... disinilah kebimbangan dan keraguan yang sebenarnya seumur hidup baru terasa.... disatu sisi fkm adalah tempat yang menjadi impian sejak dua tahun terakhir sebelum snmptn, dan disisi lain, bapak sangat bahagia mendengar kabar gadis satu – satunya ini lulus program beasiswa pemagangan sebuah perusahaan asing di daerah...
ini permintaan Bapak yang pertama seumur hidupku, bapak yang tak pernah meminta anaknya mendapat nilai 100 di ujian, bapak yang tak pernah meminta anaknya memiliki nilai rapor diatas 8, bapak yang tak pernah meminta anaknya menjadi juara kelas, bapak yang tak pernah menanyakan berapa pembayaran sekolah yang sebenarnya, dan bapak yang memberi kepercayaan 100% kepada anaknya untuk menentukan jalan mana yang diinginkan....
yahh.... saat itu
“bismillah, good bye public health... good bye my old idea... now, I have a new idea with a new way... its doesn’t mean I dont like you, but I have a parent and they have a wish to me... love not must be mine, its the same... I love you but you must not be mine... good bye... good bye... and good bye the real Nurul Fadillah for this moment be the other person, away with your Ego :')
I left my Idea two years ago, now I must keep fighting to be a good child for my Parent and make them be proud to me :')
untuk kecewa yang menjadi persembahan terakhirmu untuk ku...
Tak ada yang perlu disesali,
tak ada yang perlu di tangisi,
dan tak ada yang perlu di perbaiki...
sebab kita adalah dua manusia biasa dengan ego luar biasa,
sama – sama merasa tersakiti,
sama – sama merasa pernah menyayangi dan disayangi.
Mungkin kita perlu pendewasaan, atau mungkin perlu seseorang (bukan saya untuk kamu dan bukan kamu untuk saya) untuk belajar, berfikir dan bersikap dewasa. Ini bukan jalan satu - satunya (memang), namun ini jalan terbaik.
Kau termasuk yang terbaik yang pernah mengisi hari – hari ku, untuk itu saya berterima kasih dan berusaha agar tiga suku kata itu tak terdaftar dalam deretan persona non grata.ku...
pernah dengar tanjung biara? pantai bira? atau bira sajahhh... hahaaa
yaa,,, disana, pantai bira itu indah sekali..... pokoknya kalau kesana dag mw pulang deh *lebayyeeee :D
nah, waktu liburan lebaran 2011 kemarin, saya sama keluarga yang terdiri dari Pace Mace kakak adek tante sama sepupu liburan kesana, serumya kaueehh....
jadi ada banyak rute kesana, nahh saya kan dari Sengkang (sengkang itu ibukota kabupaten Wajo, wajo itu salah satu kabupaten di Sul - Sel, kalo Sul Sel itu, dekatnya SulUt, cari meki sendiri di atlas dii, ada itu pulau di Indonesia bentuknuknya kayak huruf "k")...
nah dari Wajo - Sinjai - Bulukumba (Bira mi itu) kalo pulangnya bisa lewat : Bantaeng - Jeneponto - Takalar - Gowa - Makassar - Maros - Pangkep - Barru - Pare2 - Pinrang - Wajo.... keliling kaa tawwa... hahahaa... seruuu....
bedeway saya mw pamer dikit nahh... bisa ji toh? bisaji lahh yaa.... kalo dag bisa yaa sudah close meko window -_______________________-
ini toh, judulnya Me alone cacacacaaahhhhhh
ini Fajri spupuku sama Ibu Pink :D
ratu pantai nya gang... hahaaa
ada banana boat nya jg, yg ditengah hampir hilang kodong =))
belum siap menambahkan sesuatu... iyah, belum bisa menuliskan sesuatu yang berkesan :)
I'm moving on, saya sedang mencoba meninggalkan cerita lama dengan nya, mencoba mencari cerita baru sesuatu yang bisa memberi cinta dan membuat saya kembali menjadi gila karena cinta... eeeaaa....
tell about moving on, awalnya saya beranggapan kalau moving on itu melupakan, sebenarnya gak gitu, moving on itu lebih kepada berhenti menyesali dan memikirkan sesuatu yang sudah menjadi masa lalu....
masa lalu... iya, masa lalu bersama MMS, taulah... taukan...
hemmm... banyak cerita indah, membahagiakan, mengharukan, menggelikan dan juga sangat memilukan dan meneteskan air mata saat bersamanya... but I must keep it as my sweet memorize :)
sebuah mantra yang mengalun di setiap hari
MASA DEPAN DATANGLAH !!!!! seketika petir menyambar... jjjjiiiaaaahhh....
di blog ini masih ada foto nya kok, bukan nya ngarep buat balikan, tapi yaah buat apa di hapus kalo nantinya kosong, gak enak dipandang kan... *alessan banget sih...
for MMS (klo dy baca), dy kan malas yg namanya ngutak atik ato nyelidikin sesuatu... hehehee....
"good bye my sweet memorize, I loved you yesterday and never hurt you, Insya Allah.. maaf sempat menyusahkan dan mengkacaukan hidupmu dengan kegilaan - kegilaan ku selama setahun, maaf telah menaikkan emosi mu dan bahkan saat terbaring di rumah sakit pun saya masih membuat mu emosi, juga saat terakhir bercakap dengan mu via telpon sore itu... maaf tuk semuanya,,, dan terima kasih untuk semua pelajaran yang kau beri tentang arti mencintai, menyakiti, menekan, menyesal dan merindu... kalo nanti kamu punya pacar... hehehehee... gak papa kok... hehehehee... aduh... mata merah nih sayang, udah yaah" see you Mahatir Muhammad Syah... I will miss your nose... eheheheee...
2 Mei 2011... sepanjang jalan Urip Sumoharjo hingga Perintis Kemerdekaan kota Makassar begitu sesak, penuh dengan kendaraan bermotor..
setiba di kampuus hitam tercinta orang - orang mengenakan seragam hitam putih dan membawa jas Almamater kebanggaan... lapangan tersusun rapi barisan pengibar, paduan suara, pegawai hingga barisan mahasiswa dengan pakaian seragam mereka masing - masing... Dia berdiri, bukan di barisan pengibar, bukan di barisan paduan suara, juga bukan di barisan mahasiswa berseragam.. tapi Dia berdiri di koridor kampus hitam dengan senyuman, senyuman untuk Ki Hajar Dewantara.... :)
Ada sesuatu yang sulit saya pahami dan terima di hidup ini, yaitu diskriminasi miskin dan kaya. Tidak ada yang salah dengan mereka (orang – orang miskin), namun seolah – olah kita menghakimi mereka atas kemiskinan yang dideritanya. Derita? Yaah, kemiskinan adalah penyakit bagi beberapa orang yang dianggap sangat hina padahal tidak menular bahkan mereka lebih menghindari kemiskinan dibanding penyakit mematikan seperti HIV/AIDS, malah orang – orang lebih jijik dengan penderita kemiskinan dibanding mereka yang dekat dengan HIV/aids.
Memang kita makin hari makin bodoh dan lucu, penyakit dan nasib pun sering dipertukarkan. Kemiskinan sering dianggap penyakit yang bisa mengancam jiwa raga dan bisa membuat penderitanya mati (bunuh diri kebanyakan kasus saat ini), nah.. sedangkan penderita HIV/aids atau penyakit menular lainnya malah dianggap nasib yang harus dijalani penderitanya dan perlu perhatian semua kalangan.... mmmm, bukannya terbalik? Kemiskinan adalah nasib seseorang yang perlu perhatian semua kalangan dan kemiskinan terkadang sulit dihindari mengingat kehidupan bangsa kita seperti ini (hutang merajalela), sedangkan HIV/aids, diabetes, kanker, dll adalah penyakit yang pada dasarnya bisa dihindari dengan berpikir jernih untuk hidup pada jalan yang benar. Contohnya begini, si A penderita kemiskinan, dia senang beribadah, dan patuh pada ajaran agamanya, bukankah itu nasibnya yang ditakdirkan miskin meskipun Dia berada di jalan yang benar?. Sementara si B, bernasib mengidap HIV/aids karena penyalahgunaan jarum suntik dan seks bebas, tentu yang mengharapkan HIV/aids adalah si B sendiri, mana ada pengguna obat terlarang hidup di jalan yang benar??? Hahahaa... sampai mana pemahaman kita mengenai penyakit dan nasib??? Spanduk dimana – mana meneriakkan agar memberi semangat bagi penderita HIV/aids dan anjuran agar tidak menjauhi mereka, sementara mereka yang miskin? Jangankan spanduk, stiker 2 x 2 cm saja tak ada yang menganjurkan untuk memberi semangaat bagi mereka yang kehidupannya terbelakang apalagi anjuran untuk tidak menjauhi mereka.
Yang lebih parah dan lebih menggelikan lagi yaitu anggapan beberapa orang tolol bahwa orang miskin itu adalah sumber penyakit karena orang miskin dekat dengan kuman yang bisa membahayakan kesehatan. Bukankah orang – orang berduit itulah yang merupakan sumber penyakit? Bukankah kehidupan mewah dan glamour itulah yang merupakan sumber penyakit? Untuk apa dukungan bagi mereka yang hidup dijalan sesat? Bukankah penyakit itu mereka yang cari? Orang tak bersekolah saja tau kalau obat terlarang mengakibatkan penyakit mematikan? Sementara kemiskinan? mereka miskin karena tak tahu ilmu finance, akuntansi, dll, mereka tak tahu karena tak bersekolah, mereka tak bersekolah karena tidak mampu, makan pun mereka harus memutar otak dan memeras keringat, apalagi untuk merasakan bangku sekolah? Bangku sekolah seakan pembaringan empuk dan hangat bagi mereka. Bukan salah mereka jika mereka miskin, sebab kemiskinan adalah nasib mereka, dan nasib tak bisa dihindari, ketika Tuhan menganugrahi kita. Sementara penyakit? Penyakit bukan anugrah apalagi nasib, Mereka bisa dicegah dengan hanya kekuatan hati... kemiskinan? mampu kalian hindari dengan kekuatan hati? Jalani dengan makan hati sajalah, sebab perhatian dan dukungan hanya untuk mereka yang mengidap penyakit setan itu...
Serat buatan dan serat alam (kapas) diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. Serat kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang. Pemintalan mengubah serat menjadi benang. Sebelum proses penenunan atau perajutan, benang buatan maupun kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. Zat kanji yang lazim digunakan adalah pati, perekat gelatin, getah, polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil selulosa (CMC). Penenunan, perajutan, pengikatan dan laminasi merupakan proses kering.
Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). Penghilangan kanji pada kapas dapat memakai enzim. Sering pada waktu yang sama dengan pengkanjian, digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk menghilangkan kotoran dari kain kapas. Kapas juga dapat dimerserisasi dengan perendaman dalam natrium hidroksida, dilanjutkan pembilasan dengan air atau asam untuk meningkatkan kekuatannya.
Penggelantangan dengan natrium hipoklorit, peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang dipersiapkan untuk pewarnaan. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan peroksida).
Pewarnaan serat, benang dan kain dapat dilakukan dalam tong atau dengan memakai proses kontinyu, tetapi kebanyakan pewarnaan tekstil sesudah ditenun. Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Kain dibilas diantara kegiatan pemberian warna. Pencetakan memberikan warna dengan pola tertentu pada kain diatas rol atau kasa.
B.Sumber Limbah Cair
Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis.
Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati, PVA, CMC, enzim, asam. Penghilangan kanji biasanya memberi kan BOD paling banyak dibanding dengan proses-proses lain. Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting, yang menghasilkan asam, basa, COD, BOD, padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. Proses-proses ini menghasilkan limbah cair dengan volume besar, pH yang sangat bervariasi dan beban pencemaran yang tergantung pada proses dan zat kimia yang digunakan. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan COD tinggi dan bahan-bahan lain dari zat warna yang dipakai, seperti fenol dan logam. Di Indonesia zat warna berdasar logam (krom) tidak banyak dipakai. Proses pencetakan menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada pewarnaan. Adapun jenis limbah cair yang dihasilkan antara lain : Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing), Pigmen, zat warna dan pelarut organic dan Tensioactive (surfactant).
C.Proses Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan limbah cair dilakukan apabila limbah pabrik mengandung zat warna, maka aliran limbah dari proses pencelupan harus dipisahkan dan diolah tersendiri. Limbah operasi pencelupan dapat diolah dengan efektif untuk menghilangkan logam dan warna, jika menggunakan flokulasi kimia, koagulasi dan penjernihan (dengan tawas, garam feri atau poli-elektrolit). Limbah dari pengolahan kimia dapat dicampur dengan semua aliran limbah yang lain untuk dilanjutkan ke pengolahan biologi.
Lumpur dari pengolahan fisik atau kimia harus dihilangkan airnya dengan saringan plat atau saringan sabuk (belt filter). Jika pewarna yang dipakai tidak mengandung krom atau logam lain, lumpur dapat ditebarkan diatas tanah. Jika lumpur mengandung logam, maka ia harus disimpan ditempat yang aman, sampai ada suatu tempat pengolahan limbah berbahaya yang dikembangkan di Indonesia.
2.Industri Kelapa Sawit
A.Proses
Buah kelapa sawit terdiri dari dua bagian yaitu daging sebelah luar yang menghasilkan minyak kelapa sawit dsn biji di dalam berisi daging yang di olah menjadi minyak biji sawit dan ampas biji sawit. Minyak kasar yang dihasilkan kilang minyak sawit diolah lebih lanjut menjadi maragarin, minyak goreng dan sabun. Hasil lain adalah lilin, bahan dasar kosmetika, gliserin dan mayones.
Proses pembuatan minyak kelapa sawit dijelaskan berlaku urutan-urutan kerja sebagai berikut. Tandanan buah segar dari kebun disterilkan segera seudah sampai di kilang minyak sawit, biasanya dengan kukus. Buah dipisahkan dari tandannya. Buah yang sudah dilepas, dimasak ( dipanaskan dan dihancurkan menjadi bubur minyak ) dan bubur itu dikirim ke bagian pemerasan. Pemerasan biasanya dilakukan dengan alat tekan hidrolik jenis ulir atau pemusing. Minyak yang sudah diperas kemudian disaring dan dijernihkan untuk menghilangkan air dan padatan halus. Minyak diciduk dari dasar tangki. Lumpur itu diputar dalam pemusing kemudian disaring dan dihilangkan pasirnya untuk memisahkan minyak dari padatan lain. Minyak dari tangki penjernih di keringkan kemudian disaring atau diputar untuk menghilangkan sisa air dari padatan tersuspensi.
Ampas sisa tekan dari bagian pemerasan dikirim ke alat pemisah biji untuk memisahkan biji dari serat. Biji dikeringkan dengan udara panas sebelum dipecah untuk mengeluarkan daging-daging dari kulitnya. Daging-dalam dipisahkan dari kulit kerasnya itu dalam penangas lempung atau dalam hidrosiklon. Daging-dalam dikeringkan dan disimpan, biasanya untuk dijual kepada pabrik minyak biji sawit. Pemurnian minyak sawit biasanya dilakukan di tempat terpisah. Pertama, asam lemak bebas dalam minyak mentah dinetralkan dengan pelucutan –kukus, kemudian dilanjutkan dengan pemucatan dan penghilangan bau.
B.Sumber Limbah Cair
Tahap sterilsasi (15% jumlah limbah cair) dan penjernian (75% jumlah limbah cair) adalah sumber utama air limbah. Hidrolikon yang dipakai untuk memisahkan daging dari kulit keras (batok) juga merupakan sumber utama air limbah (10% jumlah limabah cair). Pensterilan tandan buah menghasilkan kondensat kukus dan air cuci. Air cuci juga dihasilkan oleh pemerasan minyak, pemisahan biji atau serat dan tahap pencucian daging-dalam. Air panas dipakai untuk mencuci ayakan getar sebelum tangki penjernih minyak. Air yang dipisahkan dari minyak dan dari Lumpur tangki penjernih merupakan sumber utama minyak, padatan tersuspensi dan bahan organick lain. Kondensat kukus berasal dari pensterilan, pengringan minyak, pemisahan biji dan pengeringan daging-dalam. Pemisahan buah dari tandan dan prosees pemasakan seharusnya tidak menghasilkan air limbah. Limbah cair kilang minyak sawit adalah limbah berkekuatan tinggi dengan ciri-ciri berikut:
BOD 25.000 mg/l
COD 50.000 mg/l
TSS 25.000 mg/l
Minyak dan lemak 7.000 mg/l
Amonia N 30 mg/l
N total 750 mg/l
Banyaknya air yang dipakai bervariasi. Kilang yang efisien mengggunakan air 2 m3/ton hasil minyak, sedangkan kilang yang boros menghabiskan berlipat ganda. Kilang- kilang di Indonesia saat ini menggunakan kira-kira 5 m3/ton sampai 7 m3/ton hasil (1,0sampai 1,4 m3/ton tandan buah segar).
C.Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan limbah cair kilang minyak sawit meliputi pengolahan kimia-fisik untuk menghilangkan padatan dan minyak dan pengolahan biologi untuk mengurangi beban organic yang sangat besar. Banyak karya dan penelitian untuk mengembangkan sistem abu yang kaya akan kalium. Batok (kulit keras kelapa) memang dapat digunakan sebagai bahan bakar, akan tetapi abu sisa pembakarannya banyak mengandung silica.
3.Industri Tahu
Limbah tahu tempe adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu tempe maupun pada saat pencucian kedele. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, tetapi limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai tersebut.Setiap kuintal kedele akan menghasilkan limbah 1,5 - 2 m3 air limbah.
Jenis limbah tahu tempe
Limbah cair :
·sisa air tahu yang tidak menggumpal
·Potongan tahu yang hancur pada saat proses karena kurang sempurnanya proses penggumpalan
·Limbah tahu tempe keruh dan berwarna kuning muda keabu-abuan dan bila dibiarkan akan berwarna hitam dan berbau busuk
4.Industri Mebel
A.Proses
Proses pada industri mebel dimulai dari pemilihan pohon / kayu yang akan diolah menjadi mebel, selanjutnya pemotongan kayu menjadi bagian yang lebih kecil untuk memudahkan proses berikutnya yaitu pemahatan atau pembentukan model mebel, setelah selesai dibentuk, mebel diamplas kemudian dilakukan pengecatan lalu dikeringkan.
B.Sumber Limbah Cair
Pada industri mebel, limbah dihasilkan dari proses pengecatan dan pembilasan mebel, dimana limbah yang dihasilkan berupa cairan asam basa yang mengandung sianida.
5.Industri Kulit
A.Proses
Kulit terbentuk dari reaksi serat kalogen di dalam kulit hewan dan tannin, krom, tawas atau zat penyamak lain. Pada dasarnya untuk mengubah kulit hewan digunakan dua proses : proses rumah-balok, kulit hewan dibersihkan dan disiapkan untuk operasi penyamakan. Pertama-tama, kulit direndam dalam air untuk menghilangkan kotoran, darah, garam dan pupuk. Kemudian kulit dibersihkan dengn mesin atau tangan untuk menghilangkan sisa-sisa daging yang ada. Penghilangan bulu dilakukan secara kimiadengan tangan dan atau mesin. Bubur kapur tohor digunakan untuk melepaskan bulu, kemudian apabila bulu itu akan digunakan dapat dilarutkan dengan natrium sulfida.
Langkah pertama dalam proses penyamakan adalah perpendaman kulit hewan dalam larutan garam ammonia dan enzim.Semua kulit hewan untuk penyamaan krom harus mengalami pengasaman. Pengasaman membuat kulit hewan bersifat asam dengan menggunakan asam sulfat dan natrium chlorida.
Penyamakan itu sendiri dilakukan di dalam tong yang berisi tannin nabati (kulit pohon, kayu, buah atau akar), atau campuran kimi yang mengandung krom sulfat. Pemucatan, pemberian warna coklat, cairan lemak dan pewarnaan digunakan untuk kulit khusus. Langkah-langkah akhir seperti pengeringan, perentangan dan penekanan kulit adalah proses kering dan tidak menghasilkan limbah cair.
B.Sumber Limbah Cair
Limbah cair pabrik penyamaan berasal dari larutan yang digunakan unit pemprosesan itu sendiri yaitu perendaman air, penghilangan bulu, pemberian bubur kapur, perendaman ammonia, pengasaman, penyamaan, pemucatan, pembarian warna coklat, dan pewarnaan dan dari bekas cuci , tetesan serta tumpahan.
Penghilangan bulu dengan kapur dan sulfida biasanya merupakan penyumbang utama beban pencemaran dalam pabrik penyamaan. Limbah dengan BOD dan PTT tinggi berasal dari cairan bekas perendaman, cairan kapur bekas dan cairan penyamaan nabati. Ciran samak krom mengandung krom-trivalen kadar tinggi. Perendaman ammonia meninggalkan banyak campuran nitrogen-amonia dan sedikit bahan organic. Limbah cair dari operasi penghilangan bulu mengandung bulu dan sulfida.
C.Pengolahan Limbah Cair
Kadang-kadang aliran limbah perlu diolah sendiri-sendiri untuk mengurangi konsentrasi beberapa zat pencemar dalam limbah cair. Aliran yang mengandung sulfida dapat dioksidasi untuk mengurangi kadar sulfida. Krom hampir selalu trivalent karena tidak perlu dilakukan reduksi bentuk heksavalennya. Aliran mengandung krom dapat diendapkan dengan menggunakan tawas, garam besi atau polimer pada pH tinggi. Krom mungkin dapat diperoleh kembali dengan menyaring endapan, melarutkannya kembali dalam asam dan menggunakannya untuk penyamakan. Proses pengolahan primer lain mliputi penyaringan, ekualisi dan pengendapan untuk mengurangi BOD dan memperoreh padatan kembali. Pengolahan secara kimia dengan menggunakan tawas, kapur tohor, fero-chlorida atu polielektrolit lebih lanjut dapat mengurangi PTT dan BOD. Sistem pengolahan secara biologi bekerja efektif. Keragaman laju alir dan kadar limbah mungkin besar. Karena itu, harus digunakan sistem penyamakan atau sistem laju alir tinggi. Sistem anaerob efektif, tetapi akan mengeluarkan bau tajam dang mengganggu daerah pemukiman. Sistem-sistem parit oksidasi, kolam aerob, sringan tetes dan Lumpur teraktifkan sudah banyak digunakan. Danau (anaerob dan aerob) meruopakan sistem yang murah dan efektif, apabila dirancang dan dioperasikan secara baik dan apabila tanah tersedia. Apabila diperlukan, dapat digunakan suatu sistem untuk menghilangkan tingkat nitrogen yang tinggi.
6.Industri Tapioka
A.Proses
Tapioka adalah tepung dengan bahan baku ketela pohon dan merupakan salah satu bahan untuk keperluan industri makanan, industri farmasi, industri tekstil, industri perekat, dll.Teknologi pembuatan tapioka pada industri kecil adalah sebagai berikut :
1.Pengupasan kulit dilakukan dengan tenaga manusia dengan menggunakan pisau
2.Pencucian dilakukan dengan cara menyemprotkan air bersih
3.Pemarutan dilakukan secara mekanis yang digerakkan dengan mesin diesel. Hasil parutan adalah bubur ketela. Pada tahap ini air ditambahkan agar pemarutan lebih lancar.
4.Pemerasan dan penyaringan (pengekstrakan), dapat dilakukan dengan cara :
·Pengekstrakan pati dilakukan dengan tangan manusia, diatas kain kasa. Dari atas dialirkan air sedikit demi sedikit menggunakan gayung yang dikerjakan dengan tenaga manusia.
·Pengekstrakan dilakukan secara mekanis, yaitu menggunakan saringan bergetar. Saringannya berupa kasa halus. Diatas saringan bergetar tersebut air disemprotkan melalui pipa-pipa. Untuk memberikan tekanan yang tinggi digunakan pompa yang digerakkan dengan mesin diesel.
5.Pengendapan pati dilakukan di dalam bak-bak pengendapan. Bak pengendapan biasanya terbuat dari kayu, pasangan batu bata yang dilapisi porselin, pasangan batu bata biasa atau beton, bahkan ada bak pengendap yang dasarnya diberi alas kaca atau kayu. Lama pengendapan yang baik adalah empat jam dan pembuangan air tidak boleh lebih dari satu jam, karena setelah lima jam sudah mulai terjadi pembusukan.
6.Setelah pengendapan dianggap cukup, air yang diatas dibuang sebagai limbah cair dan tepung tapioka basah diambil. Beberapa pengrajin menambah bak pengendap lagi untuk mengendapkan limbah cair sebelum dibuang. Hasil endapannya dinamakan lindur atau elot yaitu pati yang kualitasnya jelek. Cara ini dapat menekan beban pencemaran.
7.Setelah pati diambil, diletakkan pada tampi-tampi bambu, kemudian dijemur di bawah sinar matahari.
8.Pati hasil pengeringan masih kasar, sehingga perlu digiling dan dilakukan penyaringan untuk menghasilkan tapioka halus. Rendemen pati biasanya berkisar antara 19% - 25%.
B.Sumber Limbah Cair
Limbah cair industri tapioka dihasilkan dari proses pembuatan, baik dari pencucian bahan baku sampai pada proses pemisahan pati dari airnya atau proses pengendapan yang mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), pati, serat, lemak, dan protein.
7.Industri Produk Kimia
Kelompok industri ini masuk dalam kategori penghasil limbah B3, yang antara lain meliputi pabrik pembuatan resin, pabrik pembuat bahan pengawet kayu, pabrik cat, pabrik tinta, industri gas, pupuk, pestisida, pigmen, dan sabun. Limbah cair pabrik resin yang sudah diolah menghasilkan lumpur beracun sebesar 3-5 persen dari volume limbah cair yang diolah. Pembuatan cat menghasilkan beberapa lumpur cat beracun, baik air baku (water-base) maupun zat pelarut (solvent-base). Sedangkan industri tinta menghasilkan limbah terbesar dari dari pembersihan bejana-bejana produksi, baik cairan maupun lumpur pekat. Sementara, timbulnya limbah beracun dari industri pestisida bergantung pada jenis proses pada pabrik tersebut, yaitu apakah ia benar-benar membuat bahan atau hanya memformulasikan saja.
8.Industri Pulp dan Kertas
A.Proses
Bahan baku untuk produksi pulp dan kertas adalah serat selulosa dari kayu, kertsa bekas, bagase, jerami padi, jerami goni, jerami rami atau jerami gandum. Bahan baku non selulose adalah soda kostik, natrium sulfat, kapur, klorin, tanah liat, resin, alum, zat pewarna dan getah. Proses pembuatan pulp mencakup penggunaan bahan kima, panas, penggilingan mekanis dan atau hydroppulping untuk memisahkan serat selulosa. Pembuatan pulp secara kimia juga mengurangi jumlah serat.untuk menghilangkan warna coklat dari pulp dan kertas, bahan itu dikelantang dengan menggunakan klor, hidrosulfit dan oksigen dan peroksida. Kostik digunakan untuk ekstraksi produk kelantang yang mengandun klorin.
Pertama-tama, kertas dibuat dengan memurnikan serat (menyikat dan memotong masing-masing serat) lalu memasukkan bahan kimia seperti resin, tanah liat da natrium oksida sebagai bahan pengisi. Kertas lalu dibentuk di atas ayakan kawat lebar yang bergerak cepatsecara kontinu sambil membiarkan air tepisah keluar, menakan dan mengeringkan produknya.
B.Sumber Limbah Cair
Proses dalam industri pulp dan kertas mengandung air. Hasilnya adalah debit buangan yang tinggi dengan kadar BOD dan padat tersuspensi yang relatif rendah antara 400 dan 700 mg/1. pada proses pembuatan pulp, pencucian pulp setelah pemasakan dan pemisahan serat secara mekanis merupakan salah satu bagian yang paling banyak menggunakan air.pengelantang konvensional dengan klor dan penghilangan lignin pada pembuatan pulp secara kimia mengahasilkan paling banyak bahan yang memerlukan oksigen. Apabila ada proses perolehan kembali bahan kima, kadar jumlh zat padat yang terlarut, COD dan BOD akan menjadi tinggi. Proses pembuatan kertas secara konvensional menghasilkan banyak air dengan kandungan zat padat tersuspensi yang tinggi dan kadar COD yang cukup penting. Mesin pembuat kertas, seperti Fourdrinier konvensional, dirangcang untuk menggunakan air untuk mencuci produk yang terdapat pada ayakan kawat secara kontinu. Tanpa sistem konservasi akan terjadi kehilangan bahan serat dan pengisi.
C.Pengolahan Limbah Cair
Pengolahan eksternal pada operasi pulp dan kertas mencakup ekualisi netralisasi, pengolahan primer, pengolahan sekunder dan tahap pemolesan. Kerana gangguan dari prosesdan fluktuasi pada pemuatan limbah awal, biasanya pabrik kertas modern memiliki tempat penampungan dan netralisasi limbah yang memadai sebelum masuk ke tempat pengendapan primer yang pertama. Ayakan digunakan untuk menghilangkan benda-benda besar yang masuk kedalam limbah pabrik pulp atau kertas. Pengendapan primer biasanya terjadi di bak pengendapan atau bak penjernih. Bak pengendap yang hanya berfungsi atas dasar gaya berat, tidak memberi keluwesan operasional. Karena itu memerlukan waktu tinggal sampai 24 jam. Bak penjernih bulat yang dirancang dengan baik dapat menghilangkan sampai 80% zat padat tersuspensi dan 50-995 BOD.
Untuk teknologi terbaik yang tersedia yang baru, pengendapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan bahan flokulasi atau koagulasi disamping pengurangan bahan yang membutuhkan oksigen, pengolahan secara biologis mengurangi kadar racun dan meningkatkan mutu estetika buangan (bau, warna, potensi yang menggangu dan rasa air). Apabila terdapat lahan yang memadai, laguna fakultatif dan laguna aerasi bisa digunakan. Laguna aerasi akan mengurangi 80% BOD buangan pabrik dengan waktu tinggal 10 hari.
Pabrik-pabrik di Amerika Utara sekarang dilengkapi dengan laguna aerasi bahkan dengan waktu tinggal yang lebih panjang, atau kadang-kadang dilengkapi dengan kolam aerasi pemolesan dan penjernihn akhir untuk lebih mengurangi BOD dan TSS sampai di bawah 30mg/1.
Apabila tidak terdapat lahan yang memadai, maka proses lumpuraktif, parit oksidasi dan trickling filter banyak digunakan dengan hasil kualitas buangan yang sama, tetapi sering membutuhkan biaya operasinya lebih tinggi. Sekarang, pemolesankapasitas yang diperbesar atau melalui pengolahan fisik atau kimia diterapkan dibeberapa tempat untuk melindungi badab air penerima.
TEORI DASAR Setiap benda mempunyai sifat lembam atau inert (malas bergerak) contohnya, suatu benda yang diam akan selamanya diam sepanjang ...
blog apa ini ?
kenapa kasi memerahmerona ??? karena saya yang bernama lengkap Nurul Fadillah Suwardi berkebangsaan Indonesia bergolongan darah AB (langka) hahahaa... hemmm, well guyss, I like Red Colour so Damn !!! cacacacahhhhh