du yu laik PARAMORE ? yeh... "rock and roll baby dont you know hey we are alone now I need something to sing about"... good... itu liriknya "crushcrushcrush"
Paramore ini, dibentuk Tahun 2004 (jadi sudah 7 tahun yaa) oleh Hayley Williams di Vokalis, Josh Farro dan Taylor York gitaris, Zac Farro drummer, serta Jason Clarke basist. tapi saat akan masuk label, pihak label tidak setuju dengan keanggotaan itu jadi Hayley membawa bassist Jeremy Davis dan gitaris Jason Bynum untuk menggantikan mereka, dan pihak label pun setuju. Paramore lalu menandatangani kontrak pada April 2005. Nama Paramore diambil dari nama ibu bassist pertama mereka. tapi sampe sekarang band ini terdiri dari 3 personil, Hayley williams, Tayolor York dan Jeremy Davis.... but they still our fovorite band, yaa kan guyss.... ya dong ;)
hemm oh ya, ini link Official Site and Community nya
http://www.paramore.net/
hampir semua lagu - lagunya saya suka, heheee.... gimana yaa, liriknya ringan, tentang kehidupan sehari - hari dan gak galau - galau amat....
Sebulan Dua bulan dan hingga berbulan – bulan lamanya tak ada kabar dari Arga, kotak masuk pesan di hand phone Qina tak dihiasi lagi oleh pengirim “Agar” yah... agar adalah panggilanQina untuk Arga sejak mereka saling mengenal di SMP 4 tahun yang lalu.
Kesedihan dan kekalutan hati Qina tak lagi seperti saat – saat pertama perpisahan mereka, bukan karena Dia telah melupakan Arga, tentu itu hal yang sangat tidak mungkin terjadi. Sejak lulus di jurusan Ilmu kesehaan, Dia mulai sibuk dengan ospek penerimaan mahasiswa baru dan kegiatan – kegiatan kampus lainnya. Dia sadar bahwa suasanan baru di kehidupan barunya membuat rasa sedih dan kalut mulai hilang secara perlahan, namun perasaannya untuk seorang Arga tak akan pernah berkurang sedikit pun.
Tak ada yang tau bagaimana masa lalu seorang Qina, bagaimana perasaannya saat ini, hampir seluruh teman kampusnya adalah orang – orang baru, kedua Sahabatnya berbeda kampus, Kiran melanjutkan kuliah di Ilmu Ekonomi sedangkan Fay di Teknik Arsitektur. Teman kampus Qina mengenalnya sebagai seorang yang ramah, cerewet dan lumayan pandai. Tak sedikit lelaki yang mengagumi bahkan menginginkannya sebagai pacar. Qina memang selalu menjaga perasaannya terhadap Arga, tapi dia tak menutup hati untuk orang lain yang ingin mendekatinya. Biarlah perasaan untuk Arga hanya Dia dan Sang Pencipta yang tau.
Tuhan... bodohkah Aku ?
Bodohkah Aku dengan perasaan ini ?
Perasaan menyayangi Arga ?
Perasaan merindukan Arga ?
Jangan hapuskan, Tuhan...
Biarkan perasaan ini tetap pada pemiliknya
Biarkan perasaan ini tetap hidup seutuhnya
Biarkan perasaan ini tetap tersimpan dengan indahnya
Qina bahagia dengan perasaannya, Dia merasa tiap langkah ada Arga disampngnya, tiap senyuman yang dikembangkannya pun Arga salah satu alasannya. Dia menganggap itu bukanlah suatu kebodohan atau kegilaan, tapi itulah anugerah yang Tuhan karuniakan untuknya, untuk seorang remaja biasa dengan perasaan luar biasa. Tak ada alasan bagi Qina membuang perasaan itu.
14 Juni 2008
Tepat Dua tahun keberangkatan Arga dan selama itu juga Qina sama sekali tak mendapat kabar apa – apa tentang Arga. Teman – teman SMA mereka sudah sibuk dengan urusan kuliah masing – masing sehingga untuk saling menyapa dengan sengaja tak ada yang sempat. Keluarga Arga juga sudah pidah ke Kalimantan Dua bulan setelah keberangkatan Arga ke Jakarta, katanya Ayah Arga dipindahtugaskan kesana dan nenek Arga yang memang orang Kalimantan sering sakit – sakitan hingga membutuhkan perawatan anaknya.
Fay (085298873xxx)
Gadis – gadisku, ketemuan yukk ! lunch bareng gimana ? aku tunggu di Solaria jam 2 okeh ? *yang gak dateng gak dapat oleh – oleh dari aku minggu depan :p
Pesan singkat dari Fay menjadi sambutan Qina hari itu, mereka memang ada janji ketemuan sebelum Fay berangkat ke Balikpapan untuk menghadiri acara pernikahan sepupunya. Sudah ada rencana dipikiran Qina jauh sebelum Fay mengajak untuk ketemuan dengannya. Bukan ingin meminta oleh – oleh tertentu, tapi untuk meminta bantuan Fay agar menanyakan kabar Arga kepada keluarganya di Samarinda, Kalimantan. Balikpapan dan samarinda tidak begitu jauh, apalagi keluarga Arga tinggal di perbatasan kota Smarinda dan Balikpapan. Hari itu menjadi hari yang istimewa bagi Qina.
“lamaa aku nunggu kalian, pelayannya udah dari tadi mondar – mandir” ketus Fay ketika Qina dan Kiran baru tiba dan duduk di depan bangkunya.
“maaf, tadi aku ada lab jadi yaa gitu deh” jawab Qina dengan nafas yang masih terlengah 0 lengah
“aku sih selesainya dari tadi, Cuma nungguin Nyobes ini nih” sambung Kiran dengan senyum sinis dibibir tipisnya.
Mereka selesai makan, Qina tiba – tiba memulai pembicaraan yang sejak tadi ingin dia ungkapkan
“Fay, Balikpapan dekatkan sama Samarinda ?” tanya Qina dengan menatap ke arah Fay yang masih meneguk sisa minumannya.
“gak, uhhh jauh beudd... mesti lewat tiga gunung tujuh padang trus empat belas pematang sawah... huahhhahahaa” jawab Fay dengan panjang lebar yang diakhiri tawa keras.
“uhhh... percaya deh ama mak lampir” sambung Qina dengan mata menyipit ke arah Fay.
“hehee... aku tau kok, apa dipikiran kamu, aku bakalan nyari alamat keluarganya Arga di Samarinda, kebetulan keluarga aku pengen kesana jengukin kebun kelapa sawit, ehh kebun kok di jengukin yaa... alamat lengkap keluarga Arga juga udah aku kantongin dapet dari bapaknya Kiran.. hehhh” ungkap Fay dengan senyuman dan wajah yang penuh semangat.
“serius kalian?” tanya Qina ingin memperjelas.
“iyah, serius banget !” sambung Kiran.
“wahh makasih yaa, kalian emang sahabat aku yang paling baik” kata Qina dengan mata yang berseri – seri.
“tadi aja dibilang mak lampir” ketus Fay sambil mencubit pipi kiri Qina yang montok.
Sudah seminggu setelah pertemuan Qina, Kiran dan Fay. Dia sudah tidak sabar menanti kabar dari Fay, tentang Arga dari keluarganya di Samarinda, Dia percaya kalau kabar yang Fay bawa untuknya akan menenangkan dan mengobati rasa rindunya yang teramat dengan Arga. Aina dan Fay tak pernah berkomunikasi selama Fay berada di Balikpapan, sinyal hand phone sangat sulit disana.
Minggu, 22 Juni 2008
Kiran dan Fay tiba dirumah Qina usai shalat Duhur, Qina begitu senang melihat sahabatnya Fay kembali dengan selamat dari Kalimantan, dan tentu membawa sesuatu yang sangat istimewa untuknya.
“ciiiee yang dari Kalmantan, masih ada aroma pewangi pesawatnya tuh... hehehee” spontan Qina dengan leluconnya ketika Fay dan Kiran duduk bersandar di kursi ruang tivinya.
“naa’, aku udah ketemu sama keluarganya Arga, mereka Alhamdulillah baik – baik aja trus titip salam buat kamu... dan... titip ini” ucap Fay menjelaskan kepada Qina lalu memberikannya secarik kertas ukuran A4.
“ohh ??”
Dari Agarr untuk Qinari :D
Aku ingin bersama dan menatapmu selamanya jika saja Tuhan mengkehendaki
Aku ingin bernyanyi untukmu selamanya jika saja Tuhan mengkehendaki
Aku ingin tersenyum untukmu selamanya jika saja Tuhan mengkehendaki
Dan Aku ingin memandangimu selamanya jika saja Tuhan mengkehendaki
Memandangimu yang selalu bersamaku
Memandangimu yang selalu setia padaku
Memandangimu yang selalu mengisi tiap detik hari – hariku
Jika saja ada angka tak terbatas yang Tuhan ciptakan untuk kita
Maka akan kukalikan dengan tiga tahun, tiga puluh delapan bulan, atau seribu seratus lima puluh lima hari untuk kuhabiskan denganmu hanya dengan mu...
Qinanti Trinoviana....
Nama ini selalu dengan lembut terucap oleh lidahku yang makin hari sulit kugerakkan
Nama ini begitu hangat terasa dihatiku yang makin hari makin tak sanggup bertahan
Dan nama inilah kelak menjadi penutup nafasku yang akan kubawa dan kukenalkan pada Tuhan di hari esok saat Dia memintaku tinggal bersamanya.
kuharap Tuhan tak mematikan kenanganku dan segala tentangku dihati pemilik nama ini....
Qina terdiam, duduk di salah satu anak tangga rumah sambil memegang hand phone nokia N73 pinknya. Dia baru saja mendapat pesan dari Arga, yahh... lelaki yang sudah 3 tahun menjadi pacarnya sejak SMP. Lalu mengapa dia terdiam? Sudah pasti isi pesan singkat itu membuatnya kecewa hingga tak dapat berbuat apa – apa bahkan untuk beranjak pun dia tak sanggup.
Agarrrr (081241628xxx)
Maaf Q gak smpt ktmu n pmit lngsng m km jg sm kluarga km, Q dah k jkt ntar sore bsk lngsng k Bdg, mksih ya atas doa.y aq bs lu2s smpe thp ini n maaf soal yg kmrin drmh km, ju2r aq gak mksd nyakitin km, aq sm nou Cma brcnda godain tuh ank smp tp skrng ini tlng gak usah dbhas ya, aq pengen konsen k tes slanjt.y n aq jg pengen spy km bisa konsen buat snmptn, bkn.y mw lu2s ilmu ksehatan kan? Dahh salammm ;)
Kalut menyelimuti hati Qina saat itu, Dia tak percaya Arga tak sempat bertemu meski hanya 5 menit untuk mengucapkan selamat tinggal saja, yang biasanya untuk ke luar kota sehari pun dia menyempatkan pamit langsung dengan Qina, sedangkan kepergiannya kali ini untuk berbulan – bulan lamanya atau mungkin setahun.
Memang pertemuan mereka yang terakhir malam itu penuh emosi dari Qina, dia membaca beberapa pesan di hand phone Arga dengan temannya Nou, Nou juga teman Qina tapi mereka tak begitu akrab lagi sejak Qina masuk SMA. Mereka sedang membahas seorang anak SMP yang ditawarkan Nou untuk didekati, mungkin Mereka hanya sedang bercanda karena sudah tak lama bercakap lewat pesan. Tapi itulah Qina, seorang gadis manja, cengeng dan sangat cemburuan, mereka berdebat hebat malam itu meski Arga berusaha menenangkan Qina tapi tidak berhasil dan Arga pulang dengan paksaan dari Qina.
Qina sadar Dia salah, mestinya saat – saat terakhir bersama Arga dihabiskan dengan senyuman dan kebahagiaan sebelum mereka berpisah untuk setahun. Tapi memang penyesalan timbul setelah semua sudah tidak berguna, Qina tak mungkin berlari ke rumah Arga sore itu juga dan meminta maaf lalu memeluknya erat – erat hingga klakson mobil Ayah Arga berbunyi berulang kali. Qina hanya tunduk lesu dengan mata memerah menahan air matanya yang sangat mudah berlinang.
Dan seperti biasa, saat sedang gundah Dia mengadu pada dua orang sahabatnya, Kiran dan Fay. Mereka bersahabat sudah lama, hampir separuh dari usia mereka sehingga sudah saling mengenal satu sama lain. Kiran dan Fay memang Dua orang yang sangat bisa diandalakn Qina untuk menghibur dirinya saat itu juga, dan dengan lekas Mereka akan berada disamping Qina.
“mungkin dia gak mau kalian bertengkar makanya gak ketemu langsung, kan bisa kamu sms ato telpon lagian desember dia ada liburan dan pasti balik kan?” kalimat pertama oleh Kiran, Kiran sekelas dengan Qina dan Arga, meski Kiran terkesan cuek tapi dia cukup bijak dan tenang jika menghadapi masalah.
“iya naa’, Kiran bener tuh kita taukan Arga gimana, dia gak mau ganggu orang kalo lagi emosi, ingat waktu kamu anarkis dikelas kamu ? dia dekatin pas kamu udah ngerusak semuanya pas udah plong emosi kamu... hehhh” Fay berusaha menghibur Qina dengan menceritakan kelabilan Qina Tiga bulan yang lalu.
Air mata Qina pun tak tertahan lagi, Dia menangis didepan Dua Sahabat karibnya. Kiran dan Fay mengerti betul akan perasaan Qina, perasaan seorang gadis 16 tahun ketika berpisah dengan seorang lelaki yang sudah 3 tahun menjadi pacar sekaligus teman kemana, dimana dan kapanpun.
Qina dan Arga memang tak pernah terpisah dalam waktu yang cukup lama, paling lama seminggu jika liburan sekolah saat Qina ke kampung halaman orang tuanya. Selain dari itu mereka kemana dimana dan kapan pun selalu bersama, apalagi sejak SMA mereka sekelas. Itu yang membuat Qina sangat sedih dan kecewa akan sikap Arga yang seolah tak lagi menganggap dan menghargai kebersamaan mereka selama ini.
Mengapa tak ingin bertemu dan menatapku walau sebentar saja? Tak usah bersuara, kalau itu memberatkan mu.... Tak usah tersenyum, kalau itu menyusahkan mu.... Pandangi aku saja... Pandangi aku yang selalu bersamamu Pandangi aku yang selalu setia padamu Pandangi aku yang selama 3 tahun mengisi hari – harimu Tak beratikah tiga tahun bagimu ? Tak berartikah tiga puluh delapan bulan bagimu ? Tak berartikah seribu seratus lima puluh lima hari bagimu ? Lantas apa arti seorang Qinanti Trinoviana buatmu ?
Nda tau nah, dari hari kehari makin gaul saja bapak kuu itu, sejak saya kuliah toh, macam dia usaha menyesuaikan dengan anaknya ini eeh (ikutan gaul).... nahh pertama dia lancar mi sms.an, kalo siang – siang jam istirahat begitu dia sering sms “lagi dimana?” “bikin apa?” “sudah shalat?” “sudah makan?” nahh itu biasa ji memang tapi kalo saya balas dengan keluhan seperti “belum paa makan paak :’(“ hemm... pasti di balasnya “kasian deh loo”... hemm trus waktu pulang kesengkang ka toh... dia ajak jalan... biasa ji itu... biasa sekali... tapii eh moo tau jalan kemana? Ke cafe minum jus makan roti bakar ato es teler... hahahaa.... padahal dulu paling makan di warung ato di lesehan... sekarang lebih gaul tongrongan kita ini... hahahaaa....
Hmm... nah.. nda sampe situ ehh... dia beli hape qwerty nokia X2, hahaa... saya yang temani ji, sudah dia bilang cari yang model sekarang bede... hahahaa... gaul gillee... :D eheheee... seiring dengan pakainya beliau hape qwerty, gaya smsnya juga berbeda mi... sebenarnya ikut – ikut di saya ji, kan saya biasa sms pake “oke siip Bro” ato ngga “tengkyu mameenn”... ckckckcckc.... nahh ikut – ikut tongmi.. “kenapa bro?” “saya ke makassar hari ini, bro”... hihihihiii.....
Hemmm... dia tau ji kalo anaknya yg satu ini memang rada gila, nekad, dan keras kepala... pernah saya sms toh... bukan pernah tapi sering memang sms rada – rada ngancam begitu seperti “paak, dag adami uangku ini, ayam tiren mami sa makan...” hahahaa.... dibalasnya biasa “biar masuk tivi?”... hemm pernah juga sms “paak, telponka sekarang ini masalah hidup dan mati... moka bunuh diri”... dia balas “mau susul Tiger?” (Tiger itu nama kucingku yang sudah meninggal :’( )... biasa dia balas “wahh... berani sekali” “jangan lupa makan obat”...
hahahaa.... taulah... saya memang suka labil kalo jauh dari mereka, merasa tidak diperhatikan, merasa dicuekin, mungkin karena terlalu kangen sama mereka... seumur hidup dag pernah pisah lebih dua hari... waktu kemah pramuka saja mereka datang dua kali sehari jenguk saya, bemana sekarang? Kadang sebulan sampe dua ulang baru ketemu, dulu mama sering ji datang tiap sebulan sekali, tapi sekarang sudah tidak bisa karena Fathir sudah masuk TK, paling Bapak ehh Bro yang datang kalo kebetulan ada tugas dari kantor :’(
Kamis, 1 Desember 11 kami kedatangan tamu dari Iran di MECC (Mechanical Engginering Culture Club), beliau menceritakan tentang budaya Islam di jaman Rasulullah SAW sampai masa kekhalifaan dan hingga masa sekarang. Termasuk bagaimana para kaum kafir berusaha menghancurkan Islam. Beliau bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan oleh dosen kami Ibu Reni... sedikit mengerti juga bahasa Inggris yang beliau gunakan hanya campuran arab – arabnya yang terkadang bikin pusing... :D
Baik, setelah bercerita tiba saatnya untuk berdiskusi dengan diawali pertanyaan dari kami... salah satu pertanyaan yang membuat saya sangat tertarik yaitu adanya perlakuan diskriminasi bagi remaja muslim di amerika, bahwa mereka terkadang dipaksa membuka kerudung hingga tindakan asusila. Naudzubillah.... kejam betul kaum kafir itu... beliau (pembawa materi) menjelaskan bahwa, ketika mereka menyakiti kita, jangan hanya bertahan tapi lawan ! apalagi ini menyangkut harga diri dan kesucian seorang perempuan Islam.
Sama halnya jika mereka memerangi kita dengan pernyataan bahwa islam adalah kaum pembunuh, dengan bom bunuh diri dimana – mana... well... kalian juga pembunuh, berapa nyawa tak berdosa di Afganistan, di Irak, dan di palestina hingga detik ini... itulah kerakusan kalian, yang ingin memiliki segalanya. Padahal sesungguhnya semua itu hanya titipan sementara dari Allah SWT.
WHAT YOU DO TO US, WE WILL TAKING BACK...
Bukan mau ngajakin perang ato apa, hanya miris mendengar cerita tentang gadis Islam (seumat ku) dan tidak takut juga :)
Hehh,,, kenal? Dekat? Wahhahaa.... sypa gadis berjilbab putih itu? Anak mana dia? Cantiknya... manisnya... imyutnya.. seperti bidadari yang turun dari langit tapi turunnya lansung loncat saja... hahaa... hehh... malu2 kaa liat foto jadul ku bela... hemm ini toh waktu sma kls satu, tahun 2007 lokasinya di kelas akselerasi, kls paling lengkap tapi asli mi rantasa nya... hahaa... ehh ini pake hapenya temanku Samratulangi namanya, hape baruki itu waktu jadi saya suruh foto kaa.. hhahaa... ehh.. manis kaa tawwa memang dii???
mengapa tiap bocah jika ditanya tentang cita – citanya mereka menjawab ingin jadi dokter, polisi atau seorang pilot ?
Begitu populernya ketiga profesi itu dikalangan bocah kecil... tidak terkecuali saya kala berada dimasa itu... hehhh....
Kalau dag bisa menjadi seorang Dokter, maka saya ingin bekerja di bidang kesehatan...
Cita – cita itu tenggelam begitu saja saat tiba masa untuk mengejar dan menggpainya, ketika jalan untuk menuju kesana terbuka leeebaaar selebar – lebarnya...
Sebut saja saat itu keberuntungan bertubi – tubi datangnya, sesaat setelah cobaan demi cobaan juga menerpa kehidupan sederhana ku, (kehidupan keluarga kami)...
Public Health, target utama ketika berada di tahun kedua SMA (tahun terakhir program Akselerasi), menurut beberapa senior, fakultas itu lumayan lah... banyak juga yg meminati... meski permohonan JPPB atau bebas tes lulusnya di biologi itu tidak membuat seorang gadis gila ini puas... public health tetap jadi target utama, hemm... tanpa persediaan apa – apa,baik itu bimbel, belajar, atau membuka soal – soal snmptn si gadis gila ini tetap dengan percaya dirinya ikut mendaftar, itupun formulirnya didapat dari kak ocha... heheee.... nahh, selain daftar snmptn ada juga pendaftaran untuk program beasiswa dan pemagangan oleh PT. ENERGI SENGKANG, jadi pelajar diseleksi kemudian dikuliahkan di Politeknik yang kemudian akan magang disana, yahh... Papa suruh ikut, yaa ikuuuutt... hahaa... *ikut aja, asal uang saku lancar... :D
Hemm.... saat snmptn, sstatus udah resmi jadi anak biologi unhas, mugkin karena dag ada beban jadi snmptn dilalui dengan santai kayak dipantai (dag pernha hitung berapa yang dijawab, berapa yang dag dijawab, dan berapa yang asal dijawab... hahaaa) dan pasti karena doa dari orang tua juga yang buat saya semangat menjalani semua tahap nya...
Sebulan berlalu, tes tertulis beasiswa sudah selesai juga, tinggal tunggu hasil untuk tes wawancaranya...
Malam sebelum tes wawancara adalah pengumuman snmptn, mungkin saat itu saya peserta yang tidurnya pulas dan sama sekali dag nunggu hasilnya seperti yang lain... tau kabarnya juga dari Agung lewat telpon malam – malam (ganggu sihh) tapi Alhamdulillah lulus di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas :’) dag nyangka juga sih, bisa lulus dengan otak kosong... tapi yaah bahagia sekali...
Tes wawancara besoknya juga lancar yaa mungkin karena gak ada beban lagi makanya bisa lepas jawab tiap pertanyaan yang diajukan... hehhh... deg – degan aja nggak apalagi gemetaran... pokoknya berasa lepasssss..... tanpa konsep apa – apa pula...
Nahh.... disinilah kebimbangan dan keraguan yang sebenarnya seumur hidup baru terasa.... disatu sisi fkm adalah tempat yang menjadi impian sejak dua tahun terakhir sebelum snmptn, dan disisi lain, bapak sangat bahagia mendengar kabar gadis satu – satunya ini lulus program beasiswa pemagangan sebuah perusahaan asing di daerah...
ini permintaan Bapak yang pertama seumur hidupku, bapak yang tak pernah meminta anaknya mendapat nilai 100 di ujian, bapak yang tak pernah meminta anaknya memiliki nilai rapor diatas 8, bapak yang tak pernah meminta anaknya menjadi juara kelas, bapak yang tak pernah menanyakan berapa pembayaran sekolah yang sebenarnya, dan bapak yang memberi kepercayaan 100% kepada anaknya untuk menentukan jalan mana yang diinginkan....
yahh.... saat itu
“bismillah, good bye public health... good bye my old idea... now, I have a new idea with a new way... its doesn’t mean I dont like you, but I have a parent and they have a wish to me... love not must be mine, its the same... I love you but you must not be mine... good bye... good bye... and good bye the real Nurul Fadillah for this moment be the other person, away with your Ego :')
I left my Idea two years ago, now I must keep fighting to be a good child for my Parent and make them be proud to me :')
TEORI DASAR Setiap benda mempunyai sifat lembam atau inert (malas bergerak) contohnya, suatu benda yang diam akan selamanya diam sepanjang ...
blog apa ini ?
kenapa kasi memerahmerona ??? karena saya yang bernama lengkap Nurul Fadillah Suwardi berkebangsaan Indonesia bergolongan darah AB (langka) hahahaa... hemmm, well guyss, I like Red Colour so Damn !!! cacacacahhhhh